Jurnal Terindeks Scopus

Nah, bagi kalian yang sedang mencari daftar jurnal terindeks scopus, kalian berada di artikel yang tepat. Yuk kita simak daftar jurnal terindeks scopus.

Salah satu cara untuk mendapatkan gelar profesor adalah Anda harus memiliki jurnal yang terindeks oleh Scopus International Journal. Untuk jurnal bisa dari Indonesia atau luar negeri.

Tentunya para sarjana pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah jurnal terindeks Scopus, dan sebagian dari mereka pasti mengetahui daftar jurnal Indonesia yang terindeks Scopus.

harus Anda ketahui tentang penelitian dan penerbitan di jurnal Scopus sangat penting karena kegiatan tertentu sangat relevan dengan publikasi di jurnal Indonesia yang terindeks Scopus.

Sebelum melanjutkan pembahasan mengenai daftar jurnal internasional yang terindeks Scopus, kita perlu memahami jurnal apa saja yang terindeks Scopus, apa saja ciri-ciri jurnal Scopus, dan apa saja syarat jurnal Scopus menjadi jurnal Scopus.

Apa Itu Jurnal Terindeks Scopus?

Jurnal Terindeks Scopus

Scopus Indexed Journals adalah salah satu database sitasi atau literatur ilmiah (data center) yang dimiliki oleh penerbit terkemuka dunia, Elsevier. Scopus diluncurkan ke publik pada tahun 2004. Scopus cenderung untuk bersaing dengan (WOS), yang diterbitkan oleh Thomson Reuters, yang juga merupakan pusat data terbesar di dunia.

Meskipun WOS diterbitkan lebih awal dari Scopus, nyatanya Scopus lebih laris dan menyediakan lebih banyak jurnal (20% lebih banyak) daripada WOS. Selain Scopus, database lain yang memiliki banyak data adalah Sciencedirect. Jelas, database juga diterbitkan oleh Elsevier.

Kedua database ini fokus pada 4 bidang ilmiah. Ini termasuk ilmu fisika dan teknik, ilmu alam, ilmu kesehatan, ilmu sosial dan humaniora.

Jika kamu ingin publikasi jurnal Scopus agar cepat terbit, kamu bisa konsultasikan kepada kami. Silahkan hubungi kami melalui gambar Whatsapp di bawah ini :

Namun, Scopus masih memiliki cakupan jurnal yang lebih banyak daripada Sciencedirect. Karena Sciencedirect hanya menyertakan data artikel di jurnal Elsevier. Selain menyediakan karya ilmiah, Scopus juga menyediakan data paten berbagai kajian ilmiah di seluruh dunia.

Nah, setelah mengetahui tentang apa itu Jurnal Scopus, mari kita lanjut ke pembahasan daftar jurnal terindex scopus baik Q1, Q2, Q3 dan Q4.

Baca Juga : Cara Mendapatkan ID Scopus

25+ Daftar Jurnal Terindeks Scopus

No.TitleType  SJRH index
1Indonesian Journal of Science and Technologyjournal0.569 Q19
2Journal on Mathematics Educationjournal0.532 Q214
3Jurnal Pendidikan IPA Indonesiajournal0.450 Q212
4Electronic Journal of Graph Theory and Applicationsjournal0.445 Q33
5International Journal of Technologyjournal0.401 Q112
6Tropical Animal Science Journaljournal0.386 Q211
7Acta medica Indonesianajournal0.354 Q322
8Forest and Societyjournal0.348 Q25
9International Journal of Electrical and Computer Engineeringjournal0.322 Q219
10  International Journal of Power Electronics and Drive Systemsjournal0.300 Q217
11HAYATI Journal of Biosciencesjournal0.293 Q214
12International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technologyjournal0.274 Q217
13Biodiversitasjournal0.267 Q311
14Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysisjournal0.256 Q314
15International Journal of Renewable Energy Developmentjournal0.256 Q311
16Indonesian Journal of Chemistryjournal0.242 Q312
17Indonesian Journal of Applied Linguisticsjournal0.241 Q27
18Indonesian Journal on Geosciencejournal0.238 Q35
19Indonesian Journal of Geographyjournal0.237 Q35
20Bulletin of Electrical Engineering and Informaticsjournal0.231 Q38
21  Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculturejournal0.227 Q39
22  Journal of Engineering and Technological Sciencesjournal0.226 Q212
23Journal of Regional and City Planningjournal0.217 Q33
24Telkomnikajournal0.214 Q318
25Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Sciencejournal0.209 Q314
26Cakrawala Pendidikanjournal0.205 Q33
27Journal of Indonesian Islamjournal0.201 Q15
28Qudus International Journal of Islamic Studiesjournal0.199 Q12
29Agrivitajournal0.198 Q47
30Biotropiajournal0.197 Q37
31Indonesian Journal of Electrical Engineering and Informaticsjournal0.189 Q36
32  Operations and Supply Chain Managementjournal0.189 Q33
33International Journal on Electrical Engineering and Informaticsjournal0.185 Q216
34  Journal of ICT Research and Applicationsjournal0.181 Q39
35Gadjah Mada International Journal of Businessjournal0.176 Q37
36Indonesian Journal of Islam and Muslim Societiesjournal0.174 Q13
37International Journal of Advances in Intelligent Informaticsjournal0.172 Q47
38  Studia Islamikajournal0.171 Q18
39Medical Journal of Indonesiajournal0.170 Q48
40Kesmasjournal0.168 Q43
41Journal of Mathematical and Fundamental Sciencesjournal0.166 Q310
42Atom Indonesiajournal0.158 Q43
43Al-Jami’ahjournal0.150 Q24
44ASEAN Journal of Chemical Engineeringjournal0.143 Q44
45Jurnal Manajemen Hutan Tropikajournal0.142 Q44
46  Indonesian Biomedical Journaljournal0.141 Q43
47Indonesian Journal of Pharmacyjournal0.137 Q35
48IAES International Journal of Artificial Intelligencejournal0.119 Q43
49Critical Care and Shockjournal0.114 Q49
50Indonesian Journal of International and Comparative Lawjournal0.112 Q31

Apa Itu Scopus?

Sesudah kita mengetahui daftar jurnal terindeks scopus, tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas apa itu scopus?

Dunia akademik tentu tidak asing dengan konsep jurnal. Jurnal akademik atau jurnal ilmiah adalah jurnal yang diterbitkan secara berkala yang memuat banyak artikel yang diterbitkan secara berkala atau berkala. Bulanan atau triwulanan, dan dalam beberapa kasus publikasi tahunan juga.

Seperti yang kita ketahui bersama, jurnal yang dihasilkan dari berbagai hasil penelitian akan dikumpulkan di berbagai pusat data. Keberadaan data center menjadi penting karena berfungsi sebagai alat untuk memahami tingkat penelitian yang diminati atau sedang dilakukan oleh akademisi.

Antara lain, tinjau berapa banyak peneliti yang melakukannya, apakah penelitian tersebut dapat direproduksi, dan penelitian mana yang memiliki dampak besar pada sains. Dengan bantuan pusat data, peneliti bisa menentukan tempat untuk mempublikasikan artikel ilmiah mereka.

Jika kamu ingin publikasi jurnal Scopus agar cepat terbit, kamu bisa konsultasikan kepada kami. Silahkan hubungi kami melalui gambar Whatsapp di bawah ini :

Berbagai jenis database dapat digunakan. Database atau data center artikel ilmiah yang terdiri dari; Scopus, WOS, Ebsco, ProQuest, SpeingerLink, Wiley, Web of Science (WOS), Doaj, Doab, dll. Pada dasarnya, Scopus dan pusat data lainnya adalah mesin pencari artikel dan jurnal ilmiah. Di antara berbagai database, Scopus merupakan publikasi yang paling banyak dicari oleh dosen atau sarjana. Jadi apa itu Scopus?

Mengenal SCOPUS

Jurnal Terindeks Scopus

Sesudah kita mengetahui daftar jurnal terindeks scopus, tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas tentang Mengenal Scopus

Mengenai jurnal akademik, beberapa penulis/dosen sering menekuni jurnal atau koleksi yang terindeks Scopus. Namun, banyak orang awam yang belum mengetahui apa itu Scopus.

Scopus adalah database atau basis data (pusat data) literatur atay sitasi ilmiah yang dimiliki oleh publisher terkenal di dunia, Elsevier. Scopus kemudian mulai diperkenalkan ke seluruh dunia pada tahun 2004. Scopus biasanya bersaing ketat dengan Web of Science atau yang sering disebut (WOS) yang di publikasikan oleh Thomson reuters juga menjadi pusat data atau database terbesar di dunia.

Meskipun WOS diterbitkan lebih awal dari Scopus, akan tetapi Scopus malah lebih populer dan menawarkan lebih banyak jurnal (20% lebih banyak) daripada WOS. Selain Scopus, database lain yang memiliki banyak data adalah Sciencedirect. Seperti yang kita ketahui, database ini juga diterbitkan oleh Elsevier.

Dan kedua data base atau pusat data ini berfokus pada 4 bidang ilmiah. Diantaranya, Teknik, ilmu hayati, ilmu Kesehatan, ilmu sosial humaniora dan sains fisik.

Namun, Scopus masih memiliki cakupan jurnal yang lebih tinggi daripada Sciencedirect. Karena Sciencedirect hanya menyertakan data artikel di jurnal yang diterbitkan oleh Elsevier. Selain menampilkan karya ilmiah, Scopus juga menampilkan data hak paten dari berbagai penelitian di seluruh dunia.

Selain itu, Scopus menyediakan layanan untuk menilai apakah sebuah jurnal memiliki dampak signifikan. Tingkat pengaruh terdaftar sebagai Simago Journal Rank (SJR). SJR digunakan untuk mengukur dampak ilmiah dari rata-rata artikel dalam sebuah jurnal.

Metode pengukuran tingkat pengaruh terhadap SJR pada prinsipnya sama dengan metode perhitungan Impact Factor (IF) yang diterbitkan oleh Thomson Reuters. IF adalah rata-rata artikel yang diterbitkan dalam jurnal yang dikutip dalam waktu 2 tahun. Mengingat banyaknya kelebihan dan minat banyak orang, tidak heran jika banyak penulis akhirnya berebut untuk memasukkan jurnal mereka ke dalam Scopus.

Cara Mudah Publikasi Jurnal Terindeks Scopus

Sesudah kita mengetahui daftar jurnal terindeks scopus, tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas bagaimana Cara Mudah Publikasi Jurnal Terindeks Scopus

Menurut berbagai sumber, banyak dosen di Indonesia yang berhasil mempublikasikan jurnalnya ke Scopus. Kemudian, setiap orang memiliki triknya sendiri untuk menyusup ke database penerbit Elsevier.

berikut ini adalah beberapa tahap mudah publikasi jurnal terindeks Scopus yang perlu dicoba:

1. Cari Dulu Jurnal yang Terindeks di Scopus

Jurnal Terindeks Scopus

Langkah pertama untuk bisa menerbitkan jurnal terindeks scopus adalah dengan mencari jurnal terindeks scopus. Oleh karena itu, jurnal dapat dikatakan sebagai publikasi. Tempat menerima artikel ilmiah dari banyak penulis di bidang ilmiah yang sama.

Dengan begitu, siapa saja dapat mengirimkan artikelnya ke jurnal agar dapat terindeks oleh Scopus. Silakan mencari jurnal yang sesuai dengan bidang artikel ilmiah yang disusun. Oleh karena itu, naskah memiliki peluang yang baik untuk diterima oleh editor.

2. Cek aim of scope dan guide for author

Setelah menemukan beberapa jurnal yang terindeks Scopus, cara mudah untuk menerbitkan jurnal kedua yang terindeks Scopus adalah dengan memeriksa tujuan lingkup dan meninjau pedoman penulis. Berikut penjelasannya:

  • aim of scope, adalah ruang lingkup atau skop jurnal. skop ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui apakah artikel yang Anda miliki termasuk dalam jurnal. Jika ya, kirim, jika tidak segera cari jurnal lain.
  • review speed, Ini adalah kecepatan peninjauan, biasanya antara 6-12 bulan. Tapi bisa juga lebih cepat, jadi itu sesuatu yang harus diperiksa, terutama jika kamu mengejar tenggat waktu untuk segera menerbitkan jurnal terindeks Scopus.
  • total issue per volume, adalah jumlah issue atau artikel yang diterbitkan dalam satu tahun. Jika dicek, Maka kamu dapat menghitung seberapa besar kemungkinan artikel tersebut diterima dan kapan akan diterbitkan secara resmi di jurnal.
  • article processing charge, adalah biaya penerbitan artikel ke jurnal. Beberapa jurnal memerlukan pembayaran sebelum publikasi, yang lain setelah artikel diterima secara resmi. Pastikan biaya ini sesuai dengan kondisi keuangan kamu dan masih dalam kisaran harga normal.
  • guide for author, Adalah panduan penulis untuk membaca dan memahami, karena setiap jurnal memiliki panduan penulisan naskah yang berbeda.

Jika kamu ingin publikasi jurnal Scopus agar cepat terbit, kamu bisa konsultasikan kepada kami. Silahkan hubungi kami melalui gambar Whatsapp di bawah ini :

3. Mengecek Histori Artikel yang Pernah Diterbitkan

Jurnal Terindeks Scopus

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, saat memilih jurnal untuk diindeks di Scopus, usahakan jangan hanya diindeks saja. Namun perhatikan juga beberapa hal yang telah dijelaskan sebelumnya, termasuk sejarah artikel yang diterbitkan.

Hal ini akan terkait dengan kecepatan review dan total masalah per volume yang telah dijelaskan. Memeriksa kedua aspek ini penting untuk mengetahui berapa lama artikel ilmiah bertahan di jurnal. Biasanya antara 6-12 bulan.

4. Menyesuaikan Format Naskah dengan Ketentuan Jurnal

Setiap jurnal memiliki format detail dan format naskah lainnya dalam naskah artikel. sesuai dengan pedoman untuk penulis. Setiap penulis perlu membaca persyaratan dengan benar dan mematuhinya.

Jadi, jangan hanya menulis artikel ilmiah dengan format umum bahasa Indonesia. Karena bisa jadi format yang dibutuhkan oleh jurnal internasional berbeda. Jadi baca dulu author’s guide atau panduan yang diberikan oleh penulis.

5. Menyusun Cover Letter yang Baik

Jurnal Terindeks Scopus

Beberapa jurnal internasional tidak mengharuskan penulis untuk menyiapkan surat pengantar, tetapi beberapa melakukannya. Jika Anda menemukannya, surat lamaran ini perlu ditulis dengan baik sebagai cara mudah untuk menerbitkan jurnal terindeks Scopus.

Berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan agar cover letter yang disusun sesuai dengan harapan dan kriteria jurnal internasional:

  • Tujukan kepada pemimpin editor atau chief editor jurnal tersebut, dapat ditemukan dalam editorial board.
  • Sebutkan judul artikel ilmiah.
  • Sebutkan kebaruan dari artikel ilmiah yang disusun atau unsur novelty.
  • Yakinkan editor bahwa naskah tidak dikirimkan ke jurnal lain.
  • Menuliskan nama calon reviewer yang kamu sarankan.

6. Memberi Nama Reviewer

Jika jurnal terindeks Scopus yang dipilih meminta penulis untuk mengajukan nama calon reviewer yang dicantumkan di cover letter. Penting untuk memilih reviewer yang tepat.

Misalnya, pilih pengulas untuk artikel sebagai referensi, pilih pengulas yang baru memulai karir mereka dengan indeks-H rendah, dan pilih pengulas yang berada di bidang sains dan penelitian yang sama dengan Anda.

Jika kamu ingin publikasi jurnal Scopus agar cepat terbit, kamu bisa konsultasikan kepada kami. Silahkan hubungi kami melalui gambar Whatsapp di bawah ini :

7. Menghubungi Editor

Jurnal Terindeks Scopus

Jika artikel telah dikirimkan, jangan ragu untuk menghubungi editor. Mengapa? Tujuannya adalah untuk meminta klarifikasi tentang nasib artikel yang dikirimkan. Jika harapan terlalu kecil atau bahkan tidak ada, maka artikel dapat ditarik kembali dan diserahkan ke editor.

Kiriman baru ke jurnal lain, jadi jangan mengirimkan artikel yang sama ke dua atau lebih jurnal yang berbeda. Ini bisa membuat kamu masuk daftar hitam dan diancam dengan kasus plagiarisme diri.

Kesimpulan

Nah, mungkin itu saja yang bisa kami sampaikan terkait daftar jurnal terindeks scopus. semoga dapat bermanfaat dan berguna bagi kalian. Terimakasih!